Bandar Lampung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KINA) Provinsi Lampung masa baks 2020-2031 Aula Balai Pelatihan Pertanian Provinci Lampung, Sabtu (1/2/2026).
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru KINA Lampung yang diketuai ir. Hanan A. Rozak, M.S, sekaligus mempertegas peran KINA sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan melayan
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus dimulai dari desa dengan keberpihakan nyata kepada petani, la menilai selama puluhan tahun peningkatan produksi pertanian tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.
"Komoditasnya tumbuh, tetapi petaninya tetap miskin. Ini yang harus kita benahi. Pemerintah tidak bolen hanya menyuruh petani menanam, tetapi harus memastikan petan bisa hidup layak dari hasil tanarmannya," tegas Gubernur.
Gubernur menjelaskan, sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian di Lampung dikelola langsung oleh petani, dengan komoditas utama podi, jagung, dan singkong. Ketiga komoditas tersebut melibatkan lebih dari satu juta petani dan menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.
Gubernur menyoroti persoalan tata niaga dan fluktuasi harga yang selama ini merugikan petani, terutama akibat minimnya fasilitas pascapanen seperti pengering (dryer). Kondisi itu menyebabkan petani terpaksa menjual hasil panen dalam keadaan basah dengan harga rendah.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Lampung mulai menyalurkan fasilitas dryer di tingkat kabupaten dan desa. Menurut Gubernur, desa yang telah memalo dryer mampu menjaga harga jagung tetap di atas Rp4.000 per kilogram.
"Kami hitung, petani bisa menambah pendapatan hingga Rp1 juta per musim panen jika pengeringan dilakukan di desa Ini uang sekolah anak-anak petani," ujarnya.
Selan dryer, Pemprov Lampung juga mengembangkan program pupuk organik cair gratis yang ditargetkan menjangkau satu juta hektare lahan pertanian pada 2026. Program tersebut diklaim mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10-15 persen.
Gubemur menegaskan, seluruh program daerah tersebut diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kemandirian pangan, hilirisasi, dan pembangunan dari desa, la menilai kebijakan kenaikan harga gatiah dan jagung yang dikawal aparat menjadi langkah berani untuk melindungi petani
"Belum pernah ada presiden yang seberani ini membela petars, ini momentum bagi Lampung untuk lompat jauh," ungkap Gubernur
Sementara itu, Ketua Umum KINA Nasional Ir. H. Muhammad Yad: Sofyan Noor, S.H. menyatakan KTNA merupakan organisasi independen yang menaungi sekitar 22 juta petani dan nelayan di seluruh Indonesia, la menyebut KINA Lampung memiliki posisi strategis dalam mendukung target swasembada pangan nasional
Menurut Yad, KTNA akan menjadi ujung tombak pelaksanaan swasembada beras pada 2026 dan swasembada jagung pada 2027, seiring dukungan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Lebih jauh, Ketua KTNA Provinsi Lampung ir. Hanan A. Rozak, M.S. menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan penyuluen pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,
"KINA adalah pelaku langsung pembangunan pertanian. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, dan regenerasi petani," ujar Hanan.
