BALAM POST

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz


Foto

Video

Pemprov Lampung Perkuat Optimalisasi UCJ Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Fokus Perlindungan Pekerja Rentan

BANDAR LAMPUNG- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung, membuka Rapat Optimalisasi Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Provinsi Lampung di Swiss-Belhotel, Senin (8/12/2025).

Dalam sambutan yang dibacakannya, Sekda menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja formal maupun informal. Program tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Sekda menjelaskan, target cakupan UCJ Lampung pada 2025 ditetapkan sebesar 38,39 persen, dan meningkat menjadi 58,35 persen pada 2030. "Regulasinya sudah jelas.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 13 Tahun 2024 untuk memperkuat penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," kata Sekda.

Melalui regulasi tersebut, Pemprov menargetkan tambahan 200 ribu pekerja terlindungi hingga akhir 2025 sehingga total cakupan dapat mencapai 32,62 persen. Sekda optimistis Lampung dapat menjadi provinsi rujukan dalam perluasan perlindungan ketenagakerjaan.

Dalam rapat tersebut, Sekda juga menyoroti tingginya jumlah pekerja rentan di Lampung yang mencapai 380.270 orang. Pemprov meminta kabupaten/kota menyesuaikan Intervensi program dengan kemampuan APBD 2025 dan penyelarasan rencana pada tahun anggaran 2026.

Pemerintah daerah diminta mempercepat perluasan perlindungan bagi non-ASN, pekerja perkebunan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, serta kelompok miskin ekstrem. "Kami bersama BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi, agar masyarakat makin sadar pentingnya jaminan sosial," ujar Sekda.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Muhyidin turut memaparkan kondisi terkini cakupan UCJ di Lampung. Hingga Desember 2025, baru 25,27 persen pekerja yang terlindungi, dari total 3,1 juta pekerja di provinsi ini. Capaian tersebut masih tergolong rendah secara nasional.

"Lampung memiliki gap sekitar 411 ribu pekerja yang harus segera dilindungi untuk mencapai target nasional 38,39 persen pada 2025, Kota Metro menjadi daerah dengan cakupan tertinggi, mencapai 34,9 persen, disusul Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Utara," ucap Muhyidin.

Muhyidin menegaskan bahwa program jaminan sosial memiliki tiga tujuan utama: meningkatkan kesejahteraan, menekan angka kemiskinan, dan menjamin keberlangsungan pendidikan anak ketika pekerja menghadapi risiko sosial. Karena itu, perlu kerja kolaboratif antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.

la juga mengingatkan pentingnya penegakan kepatuhan badan usaha. Berdasarkan temuan BPJS, masih banyak perusahaan yang melaporkan jumlah pekerjanya tidak sesuai kondisi rill. "Ada perusahaan yang memiliki 100 pekerja, tapi hanya 50 yang didaftarkan. Masih ada pekerja harian yang belum dilaporkan," kata Muhyidin.

BPJS Ketenagakerjaan mengajukan enam rekomendasi untuk meningkatkan UCJ di Lampung. Antara lain penguatan regulasi lokal, kewajiban kepesertaan dalam proses perizinan usaha dan pengajuan kredit, hingga penegakan hukum bersama Disnaker, kejaksaan, dan kepolisian.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memperluas intervensi bagi pekerja rentan dan masyarakat miskin ekstrem. Saat ini baru 26.425 pekerja rentan yang terlindungi dari potensi lebih dari 360 ribu orang. Program melalui DBH sawit juga baru mencakup 14.128 pekerja.

Dalam paparannya, Muhyidin juga menyebut bahwa indikator kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mulai menjadi salah satu komponen penilaian dalam pengelolaan keuangan daerah dan inovasi daerah oleh pemerintah pusat. "Artinya, keberhasilan perluasan perlindungan akan berdampak langsung pada kinerja pemerintahan daerah," ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan, menyerahkan santunan pertama kepada Ibu Pebi, ahli waris dari almarhum Pandu Krisna Muharwan, honorer daerah Pemprov Lampung. BPJS Ketenagakerjaan memberikan Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta serta beasiswa untuk dua anak sebesar Rp170.500.000. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, didampingi Kepala Kantor Wilayah serta Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung.

Ibu Pebi hadir bersama kedua anak almarhum, Kaila, yang masih duduk di bangku SMP, dan Yusuf, yang masih menempuh pendidikan SD.

Penyerahan santunan berikutnya diberikan kepada Bapak Yudi, adik kandung almarhum Yuriansyah, honorer daerah Pemerintah Kota Bandar Lampung. Almarhum dinyatakan meninggal karena kecelakaan kerja sehingga ahli waris berhak menerima Jaminan Kematian sebesar Rp118 juta serta beasiswa dua anak senilai Rp170.500.000. Anak-anak almarhum, Jerry yang masih bersekolah di SMP dan Dija yang duduk di bangku SD, turut hadir.

Terakhir, santunan diberikan kepada Ibu Siti Kholifah, ahli waris almarhum Awaludin, seorang pekerja rentan yang tercatat dalam kepesertaan Dinas Perikanan tahun 2024. Ahli waris menerima Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta. Pemerintah menegaskan bahwa pekerja rentan merupakan salah satu kelompok prioritas yang terus diperluas kepesertaannya agar mereka mendapatkan perlindungan yang sama seperti pekerja formal.

Rangkaian penyerahan santunan ini menutup kegiatan dengan penegasan bahwa pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat cakupan perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja di Lampung, termasuk melalui edukasi dan perluasan program jaminan sosial di setiap kabupaten/kota. 

Lampung Perkuat Budaya Keterbukaan Informasi, Sejumlah OPD dan Instansi Raih Penghargaan Informatif

Bandar Lampung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyerahkan Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik kepada sejumlah lembaga pada puncak acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Lampung Tahun 2025 yang digelar di Balai Keratun Lantai 3, Senin (8/12/2025).

Mengusung tema "Melalui Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Kita Berkontribusi Mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas", kegiatan ini menjadi

refleksi komitmen daerah dalam memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas publik.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menegaskan bahwa transparansi bukan lagi pilihan moral, tetapi hak konstitusional warga negara.

"Masyarakat berhak tahu, dan pemerintah wajib membuka. Ketika informasi dibuka, kepercayaan tumbuh. Saat kepercayaan tumbuh, kerja sama menjadi lebih mudah," tegas Gubernur.

Melalui sejumlah contoh konkret, ia menjelaskan bagaimana kurangnya keterbukaan informasi dapat memicu mispersepsi dan menurunkan kepercayaan publik. Salah satunya terkait isu jalan rusak tahun 2023, yang sempat membentuk persepsi negatif secara masif meski data menunjukkan kondisi jalan provinsi Lampung termasuk terbaik secara nasional.

"Masalah sering kali bukan karena fakta, tapi karena data tidak disampaikan dengan jelas. Keterbukaan adalah cara kita menjaga kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah mendorong transformasi digital sejak awal masa kepemimpinan, termasuk melalui pembangunan aplikasi layanan publik terintegrasi.

la meminta seluruh OPD, kabupaten/kota, dan instansi vertikal untuk mengintegrasikan layanan informasi ke dalam satu kanal digital agar masyarakat mudah mengakses data resmi.

"Masyarakat sering mencari informasi lewat internet, tetapi yang muncul kadang tidak akurat. Karena itu kita perlu satu pintu data yang terpercaya," katanya.

Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Anugerah KIP 2025. Namun ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir.

"Ini pengingat manis bahwa yang sudah baik harus dijaga dan ditingkatkan. Kita ingin seluruh badan publik terbuka, terpercaya, dan dekat dengan warganya," ujar Gubernur.

la berharap keterbukaan informasi dapat menjadi budaya kerja pemerintah Lampung ke depan.

"Ketika pemerintah terbuka, masyarakat merasa dekat. Ketika dekat, gotong royong dan persatuan akan semakin kuat. Dengan keterbukaan, demokrasi kita Insya Allah semakin kokoh," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dery Hendryan, S.H., S.IP., M.H., C.Med., Sp.AP., Kes. dalam laporannya menyampaikan bahwa Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik tahun ini diikuti 464 badan publik dari 10 kategori, antara lain: Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa, BUMN dan BUMD, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, SMA/SMK/MA Negeri, serta kategori badan publik lainnya.

Sejak 2023, evaluasi dilakukan bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat melalui aplikasi e-Monev, yang menjadi instrumen penilaian modern berbasis digital.

"Tujuan Monev bukan hanya mengukur kepatuhan, tetapi juga mengaudit pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik, menilai konsistensi pelayanan informasi, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan," ujar Dery.

la menegaskan bahwa KIP merupakan backbone pelayanan publik modern, sehingga badan publik wajib memastikan standar layanan informasi berjalan baik, lengkap, dan mudah diakses.

Selama proses evaluasi selama 130 hari kalender, tim menemukan adanya peningkatan signifikan pada beberapa kategori badan publik, antara lain:

1. OPD Provinsi Lampung: 8 badan publik meraih kualifikasi Informatif.

2. Pemerintah Kabupaten/Kota: 4 meraih Informatif, naik dari tahun sebelumnya.

3. Instansi Vertikal: beberapa lembaga meraih nilai optimal 100.

4. Perguruan Tinggi: 7 kampus masuk kategori Informatif, meningkat dari 3 tahun sebelumnya.

5. Bawaslu Kabupaten/Kota: 4 badan publik meraih Informatif.

Dery juga mengungkapkan beberapa kendala utama, seperti: rendahnya komitmen pimpinan badan publik, belum adanya insentif pengelolaan layanan informasi, kekhawatiran badan publik terhadap dampak negatif keterbukaan, serta ekosistem KIP yang masih perlu diperkuat secara nasional.

"Namun ada OPD yang konsisten informatif sejak 2016, seperti Bappeda Lampung, dan hal ini harus menjadi contoh bagi badan publik lain," ujarnya.

Penyerahan penghargaan kepada Badan Publik dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Erizal, S.Ag., MH., C.Med, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Pangdam XXI Raden Intan, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), dan jajaran Pejabat Forkopimda Provinsi Lampung.

Purnama Wulan Sari Mirza Buka SILAKBARNAS KICI ke-IX di Lampung

Bandar Lampung Ketua TP. PKK Provinsi Lampung sekaligus Dewan Pengawas DPW Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membuka kegiatan Silaturahmi Akbar Nasional (SILAKBARNAS) KICI ke-IX yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Lampung, Senin (08/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Ketua Umum KICI, Ketua KICI Provinsi Lampung, serta seluruh Ketua dan Pengurus KICI se-Indonesia. la menegaskan bahwa KICI selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pemberdayaan perempuan dan keluarga.

"Saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada seluruh jajaran KICI karena selama ini KICI merupakan mitra pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga.

Lampung dipercaya menjadi tuan rumah SILAKBARNAS ke-IX, dan mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga, tidak hanya di Provinsi Lampung tetapi juga berlanjut di tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Purnama Wulan juga mengapresiasi keberadaan KICI yang telah mendekati satu dekade perjalanan, dengan berbagai program dan kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. la menilai komitmen anggota KICI luar biasa, karena mampu menjalankan kegiatan secara mandiri dan berorientasi pada kepentingan bersama.

"KICI ini mandiri, hanya mengandalkan iuran anggota dan dana sosial. Artinya, ini kegiatan dari kita untuk kita, dan tentunya untuk seluruh masyarakat. Program-program KICI sangat bersinggungan dengan kebutuhan perempuan, keluarga, serta kepentingan masyarakat luas," katanya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi inspirasi, kreativitas, dan wawasan antaranggota KICI dari berbagai daerah. la menekankan pentingnya pertukaran gagasan, khususnya terkait isu-isu strategis seperti penanganan stunting dan peningkatan literasi anak di Indonesia.

"Hari ini menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran mengenai berbagai isu penting, seperti bagaimana menekan angka stunting atau menggerakkan literasi baca anak. Semua ini akan menambah nilai diri kita dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat," tuturnya.

Purnama Wulan Sari berharap agar KICI terus berkembang sebagai wadah yang merangkul perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang. la juga berharap KICI mampu menjadi ruang untuk mendukung kreativitas, talenta, serta penguatan program sosial yang berorientasi pada keluarga sehat, produktif, dan berdaya.

"Saya berharap momentum hari ini tidak berhenti di sini. KICI harus terus menjadi wadah yang mendukung gerak perempuan Indonesia, memperkuat sinergi dengan organisasi perempuan lainnya, dan berkontribusi pada isu-isu pendidikan serta pemberdayaan perempuan di seluruh daerah," pungkasnya.

Pembukaan Silaturahmi Akbar Nasional (SILAKBARNAS) KICI ke-IX ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua TP. PKK Provinsi Lampung sekaligus Dewan Pengawas DPW Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza didampingi oleh Ketua Umum Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Pusat Ratih Sanggarwaty, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Ketua KICI Perwakilan Lampung, Ida Jaya dan sejumlah jajaran KICI Pusat dan Daerah. 

Seminar ‘Women In Charge’: Purnama Wulan Sari Ajak Perempuan Lampung Memimpin dengan Hati dan Berkarya dengan Aksi

Bandar Lampung - Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membuka Seminar Perempuan dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-97 dan HUT DWP ke-26 Tahun 2025, di Ruang Abung Balai Keratun, Senin (08/12/2025).

Seminar yang diikuti oleh perwakilan organisasi wanita dan instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung ini mengusung tema "Women In Charge: Memimpin Dengan Hati, Berkarya Dengan Aksi."

Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini, la berharap seminar dapat menambah wawasan serta memperkuat peran dan kemampuan wanita di Provinsi Lampung dalam kepemimpinan di berbagai bidang.

"Di Provinsi Lampung, kita patut berbangga karena memiliki Wakil Gubernur perempuan, Ibu Dokter Jihan Nurlela, dan tingginya persentase OPD yang dipimpin oleh wanita-wanita hebat," ujarnya.

la menekankan bahwa tema yang diangkat, "Memimpin Dengan Hati, Berkarya Dengan Aksi, mengingatkan para pemimpin bahwa strategi, akal, dan teknik saja tidak cukup.

"Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menggunakan strategi, tetapi juga harus dengan hati. Kepemimpinan harus dibarengi dengan keikhlasan hati yang tulus, empati, serta keberanian untuk bertindak nyata," tegasnya.

Purnama Wulan Sari berharap para peserta dapat membuka wawasan dan motivasi untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dan merealisasikannya dalam aksi nyata di lingkungan kerja masing-masing, baik di PKK, Dekranasda, Posyandu, maupun OPD.

Sebelumnya, Ketua DWP Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo, melaporkan bahwa kegiatan seminar perempuan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-26 DWP Provinsi Lampung dan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025.

"Maksud dan tujuan kegiatan ini ialah untuk memberikan semangat baru dan motivasi kepada kita semua untuk menjadi wanita dengan sifat kepemimpinan yang hebat, cerdas emosional, empati, dan berintegritas," ucap Agnesia.

la menambahkan, kualitas kepemimpinan tersebut diharapkan dapat membangun hubungan baik, memotivasi tim, menciptakan lingkungan positif, serta mendorong kinerja melalui tindakan nyata.

Seminar ini menghadirkan narasumber Hengky Yuliansah, CEO Akira Training & Consulting. Hengky Yuliansah membawakan materi yang berkaitan dengan pengembangan diri, manajemen perubahan, dan hukum-hukum kepemimpinan (merujuk pada "21 Irrefutable Laws of Leadership" yang juga la sampaikan.

Rakor Pengendalian Inflasi, Pemerintah Pusat Minta Daerah Jaga Stabilitas Harga dan Pastikan Kelancaran Distribusi Barang

Bandar Lampung-- Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (8/12/2025).

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir saat memimpin Rakor menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk mengintensifkan pemantauan harga harian dan memastikan kelancaran distribusi barang.

Secara khusus, Sekjen Kemendagri mengimbau daerah agar memberi perhatian pada kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai rawit dan cabai merah di beberapa daerah.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan inflasi nasional pada november 2025 (y-t-d) berada di angka 2,27 persen.

Secara umum, komoditas yang menyumbang andil terbesar pada inflasi november 2025 (y-t-d) adalah emas perhiasan, cabai merah, beras, sigaret kretek mesin dan daging ayam ras.

Pudji Ismartini secara khusus mengungkapkan data historis bahwa dua bulan terakhir menjelang akhir tahun selalu terjadi infiasi. Adapun beberapa komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasinya yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, angkutan udara.

Selain pengendalian infiasi, didalam Rakor juga dibahas terkait inventarisasi kondisi jembatan pejalan kaki di seluruh daerah di Indonesia. Tomsi Tohir meminta seluruh kepala daerah agar segera melakukan pendataan kebutuhan jembatan dan melaporkannya ke Kemendagri.

Inventarisasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang menyoroti pentingnya keselamatan warga dan aksesibilitas layanan publik. Fokus utama dari pendataan ini adalah jembatan-jembatan yang menjadi akses utama anak-anak menuju satuan pendidikan (sekolah) dan sarana publik lainnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjamin pemerataan pembangunan dan keselamatan masyarakat, memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolir atau siswa yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk bersekolah.

Tiga Fokus Arahan Gubernur Lampung untuk ASN: Mitigasi Krisis, Penguatan Program Daerah, dan Empati Kemanusiaan

Bandar Lampung Gubernur Lampung memberikan sejumlah arahan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Achmad Saefullah pada Apel Mingguan di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, Senin (8/12/2025).

Arahan tersebut memuat tiga fokus utama: kewaspadaan terhadap krisis global, program pembangunan daerah, dan solidaritas bencana

Dalam sambutan tersebut, Gubernur menekankan bahwa ancaman Triple Planetary Crise perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayat semakin nyata dirasakan.

Ancaman ini ditandai dengan meningkatnya intensitas kejadian bencana Hidro-meteorologi di berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, khususnya di sektor kelautan dan pesisir, Gubernur menggarisbawahi komitmen terhadap Program Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Provinsi Lampung telah mendapatkan alokasi pembangunan di dua lokasi di Kabupaten Lampung Timur dan dua lokasi di Kabupaten Lampung Selatan.

"Kepercayaan ini bukan hanya suatu kehormatan tetapi juga tanggung jawab besar untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan nelayan serta masyarakat pesisir di Lampung," ujar Gubernur.

Gubernur mendorong Pemerintah darrah bersama masyarakat untuk mendukung target nasional pembangunan 1.000 KNMP guna penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup nelayan, serta berupaya maksimal agar Lampung dapat kembali mendapat alokasi KNMP pada tahun 2026.

Terkait kewaspadaan bencana, Gubernur meminta agar peringatan dini dari BMKG terkait potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Indonesia menjadi perhatian bersama dan diinformasikan kepada keluarga serta masyarakat.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang bertepatan dengan musim hujan, ia mengimbau semua pihak untuk selalu waspada, memperbaharui, dan menyebarkan informasi cuaca dari situs resmi.

"Healing itu penting tapi keselamatan yang utama," tegasnya.

Di akhir sambutan, Gubernur mengimbau seluruh ASN di Provinsi Lampung untuk menunjukkan empati dan tanggung jawab moral sebagai aparatur negara dengan membantu korban bencana alam banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Bumbung Kemanusiaan Korpri.

Proses penggalangan dana ini ditekankan harus berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sebagai wujud respon cepat ASN Lampung yang sejalan dengan instruksi nasional Korpri yang menekankan nilai kejujuran, empati, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan ASN dalam penanganan bencana. 

Gubernur Mirza Dorong Kreator Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya Melalui Karya Seni

BANDARLAMPUNG---Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPR RI yang mengemas sosialisasi Empat Pilar MPR yakni :

Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui pendekatan seni dan budaya. Menurutnya, metode ini jauh lebih efektif untuk menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan.

"Seni itu cepat dipahami dan budaya itu melekat. Ketika pesan kebangsaan disampaikan melalui pertunjukan rakyat seperti ini, yang diserap bukan hanya informasi tetapi juga rasa kebangsaan," ucap Gubernur saat menghadiri Pagelaran Rakyat yang digelar oleh MPR RI di Youth Center PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (7/12/2025) malam.

Kegiatan Pagelaran Rakyat ini merupakan bagian dari upaya menyuburkan kecintaan masyarakat terhadap budaya nusantara di tengah arus digitalisasi.

Gubernur menekankan bahwa Lampung merupakan miniatur Indonesia karena dihuni berbagai etnis dari seluruh nusantara. Keragaman itu, katanya, menjadi bukti bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika hidup dan terjaga dengan baik di Lampung.

Gubernur juga menyinggung pentingnya mempertahankan identitas bangsa di tengah gempuran budaya global yang melaju lewat teknologi digital. Karena itu, ia mendorong para pegiat seni dan kreator muda di Lampung untuk menjadi agen pelestari budaya melalui karya-karya kreatif, termasuk di platform digital.

"Kalau seni dan budaya bisa viral, kenapa Empat Pilar tidak bisa? Saya titip kepada para pegiat kreativitas, kalianlah instrumen terkuat dalam menjaga budaya dan memperkuat identitas kita," ujar Gubernur.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi Lampung sebagai pusat ekspresi seni, la menilai keberagaman budaya dan energi kreatif masyarakat Lampung dapat menjadi modal besar bagi tumbuhnya talenta seni berskala nasional maupun internasional.

"Korea Selatan bisa mendunia lewat seni pop. Kita pun punya peluang yang sama. Mungkin saja yang duduk di kiri atau kanan saya hari ini suatu hari menjadi artis top nasional, bahkan dunia," ujar Muzani.

Ahmad Muzani juga mencontohkan fenomena viral Pacu Jalur di Riau yang mendunia karena momentum dan daya tarik budaya lokal yang kuat. Muzani menegaskan bahwa berekspresi melalui seni, baik modern, pop, maupun tradisionl, adalah bagian penting dari kekuatan bangsa.

"Provinsi Lampung adalah daerah yang kaya seni. Hari ini kita tampilkan sebagian ekspresi itu, dari Campursari hingga Jaranan, dari panggung tradisional hingga ruang digital seperti TikTok live," katanya.

Di akhir acara, Muzani mengajak masyarakat untuk menjaga rasa gembira dan optimisme dalam berkesenian, sembari mendoakan warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang mengalami bencana.

Pagelaran Rakyat berlangsung meriah dengan penampilan berbagai kelompok seni daerah dan kreator digital muda. Masyarakat memenuhi area Youth Center dan menikmati pertunjukan yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. 

Waspada! BMKG Prediksi Badai dan Hujan Sangat Lebat dalam 3 Hari Kedepan

Bandar Lampung Pemerintah Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Peringatan ini disampaikan menyusul prospek cuaca tujuh hari yang dirilis Stasiun Meteorologi Radin Inten II BMKG, yang menunjukkan adanya peningkatan potensi hujan signifikan akibat pengaruh Dipole Mode Indeks (DMI) negatif, daerah konvergensi, dan pemanasan suhu muka laut di Samudra Hindia.

Pada 7-9 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat, memicu risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Potensi hujan sedang hingga lebat juga dapat meluas ke sejumlah kabupaten/kota lainnya. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi mendadak. BMKG juga mengingatkan potensi kemunculan bibit siklon tropis pada pertengahan Desember hingga Januari.

Aktivitas atmosfer seperti Monsoon Asia, Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, serta seruak udara dingin memperbesar peluang terbentuknya bibit siklon di selatan Indonesia, yang dapat membawa hujan sangat lebat, angin kencang, petir, hingga mengganggu transportasi udara dan laut.

Sejumlah wilayah di Indonesia-termasuk Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor.

"Seluruh kepala daerah harus memastikan kesiapsiagaan yang komprehensif. Sumber daya manusia, relawan, Tagana, hingga unsur penanggulangan bencana lainnya harus dalam kondisi siap. Koordinasi lintas sektor wajib diperkuat agar setiap potensi risiko dapat direspons dengan cepat," tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur Mirza menekankan bahwa mitigasi harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi.

"Mitigasi harus diprioritaskan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, pembersihan drainase, penguatan tebing, hingga memastikan jalur evakuasi dapat digunakan sewaktu-waktu. Jangan menunggu bencana terjadi baru bertindak," ujarnya.

Khusus untuk wilayah rawan banjir dan longsor, Gubernur meminta pemerintah daerah menyiagakan alat berat, memperkuat pemantauan titik kritis, dan memastikan masyarakat menerima informasi dini yang memadai.

"Wilayah rawan longsor harus memiliki alat berat dan petugas siaga. Pemantauan lapangan harus dilakukan intensif untuk mengantisipasi pergerakan tanah atau terganggunya akses jalan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas," tambahnya.

Gubernur Mirza juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik, la meminta setiap kabupaten/kota mengaktifkan jalur informasi cepat, termasuk menyediakan nomor khusus bencana yang mudah diakses masyarakat.

"Setiap daerah harus menyediakan saluran informasi darurat dan memastikan nomor khusus bencana dipublikasikan secara luas. Dengan begitu, bila situasi darurat terjadi,

masyarakat dapat segera melapor dan penanganan bisa dilakukan tanpa penundaan," kata Gubernur.

la juga meminta camat, lurah, dan kepala desa memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, aparat keamanan, Satgas Desa, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan pengawasan wilayah berjalan setiap hari. Edukasi masyarakat mengenai langkah keselamatan saat cuaca ekstrem juga diminta ditingkatkan.

Dengan meningkatnya intensitas hujan pada Desember, Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh perangkat daerah bekerja proaktif, terkoordinasi, dan mengutamakan mitigasi sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat. Gubernur menegaskan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam menghadapi dinamika cuaca yang semakin tidak menentu. 

Gubernur Mirza Lepas Ribuan Peserta Smanda Fun Run 2025, Peringati HUT ke-60 Smanda

Bandar Lampung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melepas ribuan peserta Smanda Fun Run Tahun 2025 yang digelar di halaman kantor Gubernur, Minggu. (07/12/2025).

Smanda Fun Run Tahun 2025 merupakan rangkaian perayaan HUT ke-60 SMA Negeri 2 Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Smanda.

Smanda Fun Run tahun ini menghadirkan dua kategori lomba untuk umum, yakni 5K dan 10K. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi dan reuni akbar bagi para alumni SMA Negeri 2 dari berbagai generasi.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang juga merupakan alumnus Smanda, menyampaikan apresiasi atas kekompakan para alumni dan kerja keras panitia dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan HUT ke-60 yang telah berlangsung sejak Agustus dan akan berakhir pada Desember 2025.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul di ruang terbuka untuk merayakan HUT Smanda yang ke-60. Ini juga menjadi reuni luar biasa. Seluruh rangkaian acara benar-benar diadakan oleh panitia dari alumni, dengan dukungan sponsor. Ramainya kegiatan ini menjadi bukti bahwa Smanda adalah salah satu alumni paling kompak se-Indonesia," ucapnya.

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa tiga tahun masa belajar di SMA adalah masa paling berkesan dan menjadi pondasi bagi perjalanan hidup para alumni hingga hari ini. Karena itu, la berharap ikatan alumni dapat terus menjadi ruang kebersamaan untuk saling mendukung dan memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah.

"Saya harapkan ikatan alumni ini semakin kuat, semakin kompak dan yang paling penting kita harus saling bahu-bahu. Kita harus saling bergotong royong, kita harus saling mengangkat semuanya demi apa agar kita sama-sama ingin membangun daerah kita lebih baik ke depan," tegasnya.

Diakhir, Gubernur mengajak para alumni untuk menjadikan momentum reuni ini sebagai penyemangat dalam memperkuat kolaborasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi daerah.

"Saatnya hari ini dengan karir kita masing-masing, dengan profesi kita masing-masing, dengan kemampuan kita masing-masing, dengan apa yang kita punya masing-masing. Kita melakukan kontribusi yang maksimal, kita akan memberikan sumbangan yang maksimal Kita memberikan perhatian yang maksimal untuk membangun daerah kita tercinta," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan juga turut menyerahkan hadiah serta mengalungkan medali kepada para pemenang. 

Purnama Wulan Sari Ajak KICI Perkuat Sinergi Menuju Zero Stunting

Bandar Lampung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menghadiri Ramah Tamah bersama Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) se-Indonesia di Mahan Agung, Sabtu (06/12/2025).

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi ajang konsolidasi program kerja KICI yang sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara program kerja KICI dengan inisiatif yang dilaksanakan oleh TP. PKK..

"Alhamdulillah, kita hari ini bersosialisasi dan bersinergi mengenai bagaimana caranya agar kita mencapai zero stunting di masa depan. Peran seorang ibu sangat vital, dan program kerja KICI sudah bersinergi dan selaras dengan program-program prioritas kita," ujar Wulan Mirza.

"Kami berharap, di tahun 2025 ini, pertemuan ini akan menghasilkan keputusan-keputusan dan program-program yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas," tambahnya.

Lebih lanjut, la juga menyambut seluruh anggota KICI dari berbagai penjuru Indonesia dengan keramahan khas Lampung.

"Sebagai tuan rumah, Provinsi Lampung harus memberikan kesan yang terbaik, baik dari keramahan, keindahan tempat wisata, hingga kuliner khas kita. Saya mengucapkan selamat datang kepada semua anggota KICI se-Indonesia. Semoga Bapak/Ibu sekalian dapat menikmati hidangan khas, tempat-tempat wisata, hingga kerajinan tangan terbaik yang sudah Lampung hasilkan," tutupnya.

Ramah tamah ini turut dihadiri oleh Dewan Penasihat KICI Pusat, Ratih Sanggarwaty yang memberikan pandangan mengenai peran strategis KICI dalam pembangunan bangsa.

"Peningkatan visi dan misi KICI tentu saja salah satunya adalah mengentaskan stunting. Bagi saya, dan bagi kita semua, gerakan pengentasan stunting yang dilakukan oleh para ibu cerdas di Komunitas Ibu Cerdas Indonesia ini merupakan suatu gerakan yang luar biasa. Ibu adalah tonggak awal kesehatan dan kecerdasan anak bangsa, dan KICI akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan anak-anak kita tumbuh optimal." ujar Ratih.

Ketua KICI Perwakilan Lampung, Ida Jaya, juga menyampaikan ucapan terima kasihnya.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota KICI dari seluruh Indonesia atas kehadirannya, dan tentunya kepada masyarakat Provinsi Lampung yang telah menyambut kami. Semoga ke depan, Provinsi Lampung akan kembali menjadi tuan rumah bagi perkumpulan KICI, dan sinergi kita semakin kuat untuk masyarakat cerdas dan sehat." ujar Ida.

Acara ini diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) KICI, sebagai simbol tali kasih dan komitmen sinergi yang berkelanjutan. 

Lantik Sejumlah Pejabat, Gubernur Tekankan Profesionalitas dan Inovasi Layanan Publik

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung melantik lima Pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (5/12/2025). Pelantikan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan atas nama Gubernur.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/6537/6.04/2025 dan 800.1.3.3/6538/6.04/2025 tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam SK pertama, tiga pejabat dilantik, yaitu:

1. Dr. Evi Fatmawati, M.Si. dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Lampung;

2. Drs. Samsurijal, MM. dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Lampung;

3. Drs. Intizam dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP menjadi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.

Sementara dalam SK kedua, dua pejabat lainnya dilantik, yaitu:

1.Sukmawan Hendriyanto, ST., MT. dari Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menjadi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Lampung;

2. Dr. Yusmaidi, Sp.B (K) BD. dari Dokter Ahli Madya RSUD Abdul Moeloek menjadi Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek,

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Marindo Kurniawan, menegaskan pentingnya menjalankan amanah jabatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Gubernur menyampaikan bahwa pejabat yang baru dilantik memegang peran strategis dalam menghadirkan layanan publik yang lebih responsif.

"Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir secara nyata, yang mendengar, memahami, dan memberikan solusi cepat serta tepat," ujar Gubernur.

Gubernur menekankan bahwa pejabat pimpinan tinggi tidak hanya menjalankan tugas teknis, namun juga dituntut membawa nilai perubahan. Inovasi, keberanian mengambil langkah strategis, serta kemampuan menggerakkan jajaran menjadi poin penting yang harus dikedepankan.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan empat pesan utama. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan publik untuk memastikan kemudahan dan kepastian layanan bagi masyarakat. Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor guna menyelesaikan berbagai persoalan yang saling berkaitan.

Ketiga, mendorong transformasi digital di seluruh perangkat daerah. Dan keempat, menjaga integritas dan etika pelayanan publik agar jabatan benar-benar dijalankan sebagai amanah.

Gubernur juga meminta para pejabat segera beradaptasi dan menyusun langkah kerja prioritas untuk mendukung target pembangunan daerah. la menegaskan bahwa pejabat harus menjadi pemimpin yang memberi teladan, bukan sekadar instruksi.

Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menjalankan tugas. "Selamat bertugas dengan sepenuh hati. Jalankan amanah dengan kesungguhan," tutup Gubernur. 

Pemprov Lampung Evaluasi Aplikasi Lampung-in, Targetkan Jadi Super Apps Layanan Publik

Bandar Lampung Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Evaluasi Aplikasi Lampung-in yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Kerja Sekda pada Kamis (4/12/2025). Rapat diikuti oleh Diskominfotik Provinsi Lampung, Bappeda Provinsi Lampung, serta Diskominfotik DKI Jakarta dan Tim Jakarta Smart City (JSC) secara virtual.

Dalam rapat tersebut, Sekdaprov menyampaikan bahwa aplikasi Lampung-in merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi JAKI milik DKI dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Lampung.

Marindo menegaskan bahwa Lampung-in merupakan program unggulan Gubernur Lampung untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akses informasi bagi masyarakat. Aplikasi ini menyediakan kanal pengaduan, layanan publik digital, serta berbagai informasi penting lainnya.

"Pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui Lampung-in. Saya ingin memastikan aplikasi ini terus berkembang dan menjadi kebutuhan dasar warga. Lampung," tegasnya.

la juga meminta seluruh OPD bekerja keras mendukung peningkatan fitur dan penggunaan aplikasi.

Terkait pengelolaannya, Marindo menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan proses peralihan pengembangan dari Bappeda ke Dinas Kominfo, la berharap transisi tersebut berjalan lancar agar pengembangan aplikasi semakin optimal.

Sekdaprov menargetkan agar Lampung-in dapat berkembang menjadi super apps yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. "Ketika warga punya handphone, mereka juga harus punya Lampung-in," ujarnya.

Ketua PMO, Mahir, mengatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat dan menentukan langkah pengembangan pada tahun 2026. Masukan dari semua pihak diharapkan dapat membuat aplikasi ini semakin baik dan tidak stagnan.

Sementara itu, Ketua Jakarta Smart City, P. Ariadi Limbong, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan Lampung-in melalui kerja sama lanjutan, termasuk integrasi layanan pengaduan dan pengembangan fitur baru. Ariadi juga menjelaskan bahwa JSC tahun ini meluncurkan fitur Satu Data Jakarta yang terhubung dengan aplikasi JAKI, sebagai dukungan menuju Satu Data Indonesia.

Dalam paparannya, Tim JSC menyampaikan bahwa hingga 30 November 2025, Lampung-in telah mengintegrasikan lebih dari 15 layanan SPBE OPD dan memiliki lebih dari 39 ribu pengguna. Tim juga memberikan sejumlah rekomendasi pengembangan, termasuk peningkatan fitur keamanan privasi, feedback pelapor, dashboard analitik, integrasi layanan kabupaten/kota, sistem respon cepat petugas, serta integrasi NIK pengguna.

Purnama Wulan Sari Mirza Resmi Pimpin Gimnastik Lampung, Targetkan Peningkatan Prestasi

Bandar Lampung Pengurus Gimnastik Indonesia Provinsi Lampung masa bakti 2025-2029 resmi dilantik dan dikukuhkan di Mahan Agung, Kamis (4/12/2025).

Kepengurusan baru di bawah pimpinan Purnama Wulan Sari Mirza ini menargetkan peningkatan prestasi atlet senam Lampung dari level nasional hingga ke kancah internasional.

Gubernur Lampung, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, menekankan bahwa integritas dan kolaborasi adalah fondasi utama mencetak atlet juara.

"Dunia olahraga memerlukan kejujuran, profesionalitas, dan sikap menjaga kepercayaan. Atlet hanya bisa berkembang kalau lingkungannya bersih dan sportif," tegas Gubernur.

la juga mendorong penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, sekolah, dan dunia usaha untuk mempercepat pembinaan dan meringankan beban operasional.

Gubernur mengapresiasi tren positif prestasi senam Lampung, termasuk keberhasilan menjadi Juara Umum Gymnastics Jakarta Open 2025 pada Juni lalu dan menempati

peringkat 10 besar nasional. Namun, Gubernur mengingatkan tantangan regenerasi pelatih dan fasilitas harus segera diatasi agar prestasi tidak menurun.

Ketua Gimnastik Provinsi Lampung yang baru dilantik, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mempertahankan capaian periode sebelumnya, tetapi meningkatkannya.

"Bagi kami, ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Sesuai pesan Pak Gubernur, prestasi tidak boleh 'geser ke bawah'. Ini motivasi kami untuk minimal bertahan, dan harus meningkat ke level nasional bahkan mancanegara," ujar Wulan Mirza.

Wulan Mirza kemudian mengungkapkan, strategi utama kepengurusan Gimnastik Lampung akan berfokus pada regenerasi atlet usia dini, peningkatan kompetensi pelatih, serta pemenuhan infrastruktur.

Sementara itu, Ketua Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati, memuji struktur organisasi Gimnastik Provinsi Lampung yang dinilai sangat efisien dengan hanya beranggotakan 25 orang.

"Saya sangat mengapresiasi kepengurusan Gimnastik Lampung yang sangat ramping. Saya harapkan dengan 25 pengurus yang baru ini, Gimnastik Lampung bisa menorehkan prestasi yang lebih gemilang lagi ke depannya," kata Ita.

Ita Yuliati juga mendorong Lampung untuk tidak hanya fokus pada disiplin Artistik dan Ritmik, tetapi juga mulai mengembangkan disiplin Parkour yang potensial dipertandingkan di Olimpiade karena fleksibilitas lahan dan biaya yang efisien. Federasi Gimnastik Indonesia juga membuka akses bagi atlet Lampung untuk berlatih di fasilitas pemusatan latihan nasional (Pelatnas) baru di Cibubur guna meningkatkan teknik menuju panggung dunia.

"Target kita bukan lagi sekadar mengibarkan bendera merah putih, tetapi mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia," tutup ita Yuliati.

Intermezzo

Travel

Teknologi